Selasa, 07 Januari 2014

Kolaborasi Antara OSGI Framework Dengan Teknologi JINI Pada Home Network System

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0x5BPMDxL8Zx4yBcW0brmkH6P__1c3ghOuNbWnlZf4XZMY_CB-fznBIV8tr5KXLOG4u4jMCufa4Eg8_QYrr3Z__fa9Txhv81j4roUmDOe4jF0J8Ai75VNMG02JX9CzHOIXdWNMRKK7TA/s1600/gundar.png



TUGAS PENGANTAR TELEMATIKA

Kolaborasi Antara OSGI Framework Dengan Teknologi JINI Pada Home Network System

4KA11

1.      Maulana Syarif Hidayatulloh (14110275)
2.      Vicky Ariesca Merliana (19110701)
3.      Slamet Raharjo (16110630)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2014




Abstrak


OSGi Framework dan Teknologi Jini merupakan keunggulan keunggulan dapat lebih meningkatkan network apabila dikabolarosikan. Salah satu Penelitian ini bertujuan membangun sebuah prototype home network system dengan mengimplementasikan OSGi framework dan teknologi Jini. Dalam penelitian ini penulis mempelajari dan menerapkan penggunaan teknologi Jini untuk menghubungkan beberapa OSGi framework dan pengendalian home network system melalui internet. Jaringan komputer yang menghubungkan dan mengendalikan berbagai macam peralatan elektronis di rumah disebut sebagai home network. Standar protokol yang dapat digunakan untuk home networking antara lain adalah Bluetooth, uPnP, HAVi dan X10. Untuk mengintegrasikan peralatan yang memiliki protokol-protokol berbeda tersebut dan menghubungkan sebuah home network dengan internetdiperlukan sebuah service gateway. Open Service Gateway Initiative (OSGi) Consortium mengembangkan spesifikasi standar untuk service gateway. Sun Microsistem mengembangkan perangkat lunak berbasis Java yang mengimplementasikan standar OSGi yaitu Java Embedded Server. Jini merupakan salah satu standar untuk home networking dan sistem terdistribusi berbasis Java. Teknologi Jini memungkinkan komunikasi antar OSGi framework. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara OSGi framework dan teknologi Jini dapat diimplementasikan dalam pembuatan home gateway untuk home network system.


BAB I  PENDAHULUAN


1.1.    Latar Belakang Permasalahan
       

1.2.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang dilakukan penulis adalahmembuat Rancangan dan implementasi 
home network systemyang menerapkan standar OSGi, teknologi Java Embedded Server 
dan teknologi Jini. 
Dari tujuan tersebut terdapat sub tujuan sebagai berikut:
1.      Mempelajari da nmengimplementasikan standar OSGi untuk  homenetwork  system
2.      Mempelajari penerapan Jini untuk distributed system.
3.      Mempelajari dan mengimplementasikan Jini untukmenghubungkan dua atau  lebih 
OSGi framework.
4.      Membangun home network system yang dapat diaksesmelalui
         internet


1.3.    Ruang Lingkup Permasalahan
Ruang lingkup dari penelitian ini adalah:
1.      Mempelajari dan menerapkan spesifikasi OSGi
2.      Mempelajari dan menerapkan teknologi JES sebagaiimplementasi Spesifikasi OSGi dan berfungsi sebagai OSGi frameworkpada home network system.
3.      Menggunakan Jini sebagai teknologi Java yang mendukung distributed services pada home network system.
4.      Mempelajari dan menggunakan protokol X10 untukkomunikasi
         System pengontrol dengan peralatan berbasis protokol X10.
5.      Mempelajari dan menggunakan Java Communication™ API untuk Komunikasi system 
pengontrol  dengan peralatan yang terhubung Melalui serial parallel port.

1.4.    Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan olehpenulis dalam penelitian ini meliputi langkah-langkah 
sebagai berikut:
1.      Perumusan masalah
2.      Studi Literatur yang dipelajari oleh penulis adalah sebagaiberikut:
a.       Java Communication™ API (for Linux) Java Communication™ API merupakan Java API yang Digunakan untuk mengakses serial pararel port. 
b.       Protokol X10 Standar protocol untuk komunikasi antara peralatan elektronik Yang berkomunikasi melalui jaringan listrik.
c.       J2ME Java Virtual Machine yang digunakan untukmenjalankan program yang berbasis Java untuk lingkunganembedded system.
d.      Jini Tehnologi Java yang menggabungkan sekelompokpenyedia dan pengguna service 
pada sebuahnetwork, service tersebut diberikan oleh peralatan yang terhubung ke network.
e.       OSGi framework dan JES OSGi merupakan standar spesifikasiuntuk service gateway yangmenghubungkan   home network systemdengan internet. JES merupakanteknologi Java yang mengimplementasikan standar OSGi.
f.       Servlet Servlet digunakan untuk menghasilkan dokumen HTML untuk antarmuka 
          pengontrolan home network system dari web browser via protokol HTTP.


1.5.    Sistematika Penulisan
          Sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :

·                     Bab I Pendahuluan, berisi latar belakang masalah, tujuanpenelitian, ruang lingkup masalah, metode penelitian, dansistematika penulisan.
·                     Bab II Landasan Teori, berisi landasan-landasan teori yang digunakan dalam penulisan ini. Landasan teori diperolehpenulis dari studi literature yang meliputi protokol X10, Java Communication™ API, J2ME,  Jini dan OSGi.
·                     Bab III Analisa Kebutuhan Sistem, berisi arsitektursistem, analisa kebutuhan system dari sisi pengguna dan usecase diagram.
·                     Bab VII Kesimpulan, berisi kesimpulan dari skripsi inidan berisi saran pengembangan di masa depan terhadap sistem yang dihasilkan.

Keseluruhan tulisan dalam penulisa inimenggunakan font Times New Roman 12-14 poinkecuali untuk penulisan kelas-kelas menggunakanfont Courier New 10 poin dan penulisan kode program menggunakan font Arial 8 poin.


BAB II  LANDASAN TEORI


2.1.    Java Communication™ API
Antarmuka terpopuler dari sebuah personal komputer (PC) adalah
serial port atau disebut juga sebagai RS-232 (singkatan dariRecommend
Standar  232). Antar muka ini memungkinkan computerberkomunikasi
denganexternal device. Peralatan yang memiliki antarmukaserial misalnya printer, modem, bar code scanner dan smart card reader. Selain antarmuka serial port terdapat antarmukaparallel port. [Mysore, 1998]
Untuk melakukan komunikasi dengan serial I/O devicedan parallel
I/O device dengan bahasa pemrograman Java, dibuatlah Java Communication™ API. Untuksistemoperasi Linux digunakan Java Communication™ API for Linux yang berisipackagegnu.io yang mendukung serial port dan pararel portdengan semantik java yang tradisional seperti stream danevent. Dengan menggunakan Java Communication™ API,  kita dapatmengirimkan dan menerima data dari external device yang terhubung ke PC kita melalui serial port dan parlelport. Java Communication™ API  juga memberikan pilihan lengkap untukmengkonfigurasi semua parameter yang di perlukan untukberkomunikasi dengan serialI/O device dan parallelI/O device. Parameter yang dapatdikonfigurasi antara lain adalah baud rate, flow control dan  parity bit.Pada struktur API untukpemrograman serial dan parelel device,  Java Communication™ API berperan sebagai port manager.

Java Communication™ API memberikan fungsionalitassebagai
berikut: 
1.      Spesifikasi API yang lengkap untuk komunikasi computerdengan
Serial  port dan paralel port. 
2.      Kontrol penuhuntuk semua parameter yang meliputi baud rate, parity
Bit dan flow control. 
3.      Basic I/O Control yang menjadi sub kelas dari Java I/O Stream. Untuk input dan   ouput,  Java Communication™ API menggunakan stream yang sudahsangat dikenal oleh semua Java programmer. Streamdapat digunakan lebih luas untuk mendukung flow controldan threshold control.
4.      Menggunakan Java event model untuk memberikannotifikasi atas perubahan input yang diterima.


2.2.    Protokol X10
Protokol X10 merupakan salah satu protokol yang digunakan untuk
Mengendalikan beberapa peralatan elektronik yang terhubung kejaringan
listrik. Protokol X10 menggunakan gelombang listrik sebagai media
perantara untuk menyampaikan perintah tertentuk eperalatan X10.
[Kingery, 1999]
Ada 2 macam X10 device yaitu X10 tranmitter dan X10receiver. X10 transmitter merupakan X10 device yang dapat mengirimkanperintah ke X10 receiver. X10 receiver dapat menerima sinyalberisi perintah dari X10 transmitter tetapi tidak dapatmengirimkan sinyal terhadap  X10  transmitter sebagai respon dariperintah yang diberikan. Setiap perintah yang dikirimkan  X10 transmitterakan dibroadcast kesemua peralatan X10 yang terhubung kejaringanlistrik. Sebuah X10 tranmitter yang dapat dihubungkan dengan computerdisebut sebagai X10 controller.


X10 transmitter memiliki antar muka serial port sehinggadapatdihubungkandengankomputer. Dengan adanya antar muka serial port tersebut kita dapat mengirim perintahdari computer ke X10 device yang ada.




BAB III  ANALISA KEBUTUHAN SISTEM


Pada bab ini akan dibahas permasalahan dan analisa kebutuhan dari sistem. Pada tahap ini akan dibuat gambaran umum tentang struktur, pola serta komponen sistem secara umum, rumusan kebutuhan fungsionalitas dari sistem danuse case diagram. 


3.1.    Arsitektur Sistem
Ada 3 komponen utama yang akan dibangun yaitu        home network system,   JES framework    
dan Jini    system. Ketiganya saling terkait dan mendukung satu sama lain. Masing-masing  
komponen akan dijelaskan dalam sub-sub bab sebagai berikut:


3.1.1      Home Network System
Sebuah home network system meliputi satu atau lebih device yang terhubung ke sebuah komputer yang akan digunakan untuk mengendalikan   device.

Dalam penelitian ini digunakan beberapa peralatan untuk merepresentasikan device yang dapat terhubung ke sistem yaitu:
1.  X10  device
X10 device yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 buah alat yaitu :
a.  1 buah X10   controller/transmitter (CM12U) yang memiliki antarmuka RS-232 untuk dihubungkan dengan        serial port komputer.
b. 1 buah X10       receiver/appliance module    (AM12U), X10 receiver ini dihubungkan dengan sebuah lampu yang akan merepresentasikan sebuah     appliance. Operasi yang dapat dilakukan pada X10   receiver  ini adalah operasi menyalakan dan mematikan appliance.
c.  1 buah X10   receiver/lamp module    (AM12U), X10   receiver ini dihubungkan dengan sebuah lampu. Operasi yang dapat dilakukan pada X10   receiver  ini adalah operasi menyalakan
(on), mematikan (off), meredupkan (dim) dan memperterang (bright) lampu.
2.  Serial I/O Switch (K108)
K108 merupakan rangkaian       microcontroller   elektronik yang memiliki 8     output switch, 4       input switch        dan memiliki antarmuka RS-232 untuk dihubungkan dengan          serial port komputer. Operasi yang dapat dilakukan pada K108 adalah menyalakan dan mematikan      
switch serta mendapatkan status switch. Tiap switch K108 dapat dihubungkan ke alat elektronik
lainnya. Dalam penelitian ini K108 dihubungkan dengan lampu, pemanas dan pendingin. 
3.  Serial Digital Termometer (K145)
K145 merupakan rangkaian       microcontroller   elektronik yang digunakan untuk mengukur suhu ruangan dan memiliki antarmuka RS-232 untuk dihubungkan dengan          serial port
komputer. K145 memiliki 4 buah sensor port         yang masing- masing dapat dihubungkan dengan sebuah sensor suhu. Operasi yang dapat dilakukan pada K145 adalah mendapatkan informasi suhu dari sensor suhu.


3.1.2      JESFramework
Pada penelitian ini akan dibuat Jini system yang
menghubungkan beberapa   OSGi framework. OSGi framework      ini diimplementasikan dengan JES. Untuk keperluan tersebut dibangun
4 buah JES framework yang berada di 4 buah komputer yang berbeda. JES     framework yang pertama akan menjalankan Jini lookup service. JES     framework yang ke dua akan dihubungkan
dengan X10 device dan JES framework yang ke tiga dihubungkan dengan K145 dan K108. Sedangkan JES frameworkyang ke empat akan digunakan sebagai Jini          client dan menyediakan akses pengoperasian   device melalui protokol HTTP. Penjelasan lebih
lanjut dapat dilihat pada sub bab 3.1.4 tentang skenario sistem. Pada 2 gambar berikut dapat dilihat arsitektur jaringan dan JES   framework dalam jaringan yang akan diimplementasikan.



3.1.3    Jini System


Dari 3 jenis device yang digunakan dalam pembuatan home network system    ini akan diimplementasikan sebagai JES        service yang berjalan di atas JES framework dan menjadi Jini service yang akan dapat diakses oleh Jini client.  Jini system yang akan dibuat terdiri dari        service,  client dan lookup service yang masing-masing berjalan di atas JES
framework. JES   framework yang pertama akan menjalankan Jini lookup service dan yang ke dua akan menjalankan Jini            service untuk X10 device. JES    framework yang ke tiga akan menjalankan Jini service untuk K108 dan K145. Sedangkan JESframework yang ke empat
akan berperan sebagai Jini      client dan home portal yang menyediakan akses kendali ke device melalui internet. Pada gambar berikut dapat dilihat arsitektur Jini system yang
akan diimplementasikan dalam skripsi ini.


3.1.4    Skenario Sistem
Pada sub bab 3.1.1 telah dijelaskan ada 3 macam device yang akan digunakan. Dari 3     device 
akan dibuat 5 macam alat yaitu: lampu, pemanas, pendingin, X10 device dan termometer. Lampu, pemanas dan pendingin merupakan peralatan elektronik yang biasa digunakan di rumah. Lampu, pemanas dan pendingin akan dihubungkan ke K108. Termometer menggunakan K145 yang memiliki sensor suhu. Kelima alat tersebut akan dihubungkan ke beberapa komputer yang berbeda untuk membentuk suatu system terdistribusi. Untuk pengembangan sistem dibutuhkan 5 komputer, kelima komputer tersebut akan diberi kode C01, C02, C03, C04 dan C05 untuk memudahkan penulisan. Komputer C01 digunakan sebagai Jini     lookup service.   X10
device   akan terhubung ke komputer C02. Sedangkan lampu, pemanas, pendingin dan termometer akan terhubung ke computer C03. Komputer C02 dan C03 tersebut diinstal       Java Embedded Server sebagai OSGi        framework untuk menjalankan         device manager  
 dan   device service dari masing-masing alat. Kedua komputer tersebut juga berperan sebagai penyediaservice Jini. Komputer C04 akan berperan sebagai      Jini client    dan  web server. 
 Komputer ini juga akan menyediakan antarmuka berupa 


dokumen HTML yang dapat diakses oleh       internet user    melalui protocol HTTP.  
Dokumen HTML ini dihasilkan olehservlet dan berisi    form untuk mengoperasikan kelima alat yaitu lampu, pemanas, pendingin, termometer dan X10 device.        Servlet   yang menghasilkan
dokumen HTML tersebut akan memproses request dari user dengan menggunakan Jini client 
untuk memperoleh Jini service. Komputer C02 dan C03 juga menyediakan antarmuka
berupa dokumen HTML untuk mengkonfigurasi          device yang terhubung dengan masing-masing komputer tersebut. Sedangkan komputer C05 digunakan sebagai web browser.
Secara keseluruhan sistem dibuat dengan tujuan agar        user dapat mengakses, mengkonfigurasi dan mengoperasikan         device yang berada pada lingkungan sistem terdistribusi dengan menerapkan OSGi dan Jini. 


3.1.5    Application Layer
Berdasarkan gambaran struktur dan skenarion sistem tersebut akan dilakukan pendefinisian layer (lapisan) aplikasi. Ada 3 lapisan dari aplikasi yang akan dibuat yaitu terdiri dari     presentation and application layer,    physical layer   dan service layer. Presentation
and application layer atau lapisan presentasi dan aplikasi merupakan lapisan yang dikembangkan untuk pembuatan          user interface yang dapat diakses user melalui protokol HTTP dengan web browser. Service layer atau lapisan servicemerupakan lapisan yang menjadi penghubung dan alat komunikasi antarapresentationand application layer dan       physical layer.   Physical layer atau lapisan fisik adalah peralatan fisik yang akan dikontrol oleh service
layer.
3.2.    Pengguna Sistem
Setelah mendapatkan gambaran sistem yang akan dibangun selanjutnya dirumuskan pengguna sistem dan fungsionalitas sistem tersebut.
Terdapat 2 tipe user yang akan menggunakan sistem yaitu:
1.      Configurator,   merupakan   user   yang dapat mengkonfigurasi      device seperti menentukan port yang digunakan oleh sebuah device. 
2.      Operator, merupakan    user  yang dapat melakukan operasi terhadap device seperti menyalakan dan mematikan device.


3.3.    Fungsionalitas Sistem
Fungsionalitas dari sistem yang akan dibangun oleh penulis dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1.      Pengkonfigurasian device
Configurator    dapat mengkonfigurasi 3 macam alat yang telah dijelaskan pada sub  bab 3.1.1 yaitu X10 device, K108 dan K145. 
·         Pengkonfigurasian       X10       device,      configurator        dapat mengkonfigurasi port yang digunakan oleh X10controller dan menentukan device address dari X10 receiver.
·         Pengkonfigurasian       K108      device,     configurator       dapat mengkonfigurasi  
 port  yang digunakan oleh K108 (serial  I/O switch) dan menentukan jenis alat yang terhubung ke masing-masing switch K108. Dalam penelitian ini ada 3 jenis alat yang
dihubungkan ke K108 yaitu lampu, pemanas dan pendingin.
·         Pengkonfigurasian       K145      device,     configurator       dapat mengkonfigurasi 
port   yang digunakan oleh K145 (thermometer digital) dan menentukan sensor suhu mana yang terpakai. 

2.      Pengoperasian device
Operator   dapat melakukan operasi terhadap       device yang terdapat dalam sistem.   
a.       Pengoperasian X10    device,  operator  dapat melakukan operasi menyalakan, mematikan X10 device dan melakukan penjadualan dari operasi tersebut.
b.       Pengoperasian lampu,       operator    dapat melakukan operasi menyalakan, mematikan lampu dan melakukan penjadualan dari operasi tersebut.
c.       Pengoperasian pendingin,    operator   dapat melakukan operasi menyalakan, mematikan pendingin dan melakukan penjadualan dari operasi tersebut.
d.       Pengoperasian pemanas,      operator   dapat melakukan operasi menyalakan, mematikan pemanas dan melakukan penjadualan dari operasi tersebut.
3.      Pengambilan data waktu, operator dapat mengetahui waktu pada saat ini. Satuan waktu yang ditampilkan adalah jam, menit dan detik
4.      Pengambilan data temperatur, operator dapat mengetahui temperature ruangan pada saat ini.













BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.  Kesimpulan
·         Dari penelitian dan pembuatan sistem oleh penulis, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
·         Teknologi Jini dapat menghubungkan beberapa OSGi framework denga mengimplementasikan Jini sebagai service bundle
·         OSGi framework yang diimplementasikan dengan Java Embedded Server memudahkan manajemen aplikasi yang dipresentasikan dengan service bundle. OSGi framework menerapkan konsep aplikasi yang dinamis, yaitu aplikasi tidak bersifat static tetapi memiliki daur hidup ( life cycle ).
·         Kolaborasi OSGi framework dan teknologi Jini mewujudkan konsep plug and play device yaitu sebuah device dapat dengan mudah bergabung ke jaringan dan lepas dari jaringan tanpa perlu menghentikan sistem yang sedang berjalan.
·         Kolaborasi OSGi framework dan teknologi Jini mewujudkan konsep “smart device that talk each other” yaitu sebuah device dapat berkomunikasi dengan device lainnya melalui service dari masing- masing device. Dalam penelitian ini contohnya jika service dari timer dan service dari X10 device dijalankan maka penjadualan X10 device akan muncul.
·         OSGi framework dapat menangani device dengan protokol-protokol berbeda satu sama lain. Dalam penelitian ini, OSGi framework mampu menangani X10 device yang menggunakan protokol X10 dan serial device.
·         Dalam OSGi framework setiap service bundle memiliki interface dan implementation
·         yang terpisah. Hal ini memudahkan dalam penulisan program karena implementation dapat ditulis ulang tanpa perlu merubah interface yang ada. Pemisahan interface dan implementation tersebut sangat bermanfaat jika service akan digunakan oleh service lain dalam OSGi framework.
·         Device yg ada saat ini masih bersifat dumb device. Device tidak dapat memberikan input ke sistem sehingga masih menggunakan configurator untuk melakukan konfigurasi device secara manual.
·         Sistem ini dapat diakses dari LAN dan internet melalui web browser apabila komputer yang digunakan untuk menjalankan HTTP server antar muka web memiliki IP address yang dapat diakses dari LAN dan internet.

4.2.  Saran
Saran-saran pengembangan dari penelitian ini adalah:
·         Sistem dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghubungkan lebih banyak
·         Device dan menggunakan protocol-protokol lain seperti Bluetooth, uPnP dan HAVi.
·         Sistem dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menggunakan antarmuka berbasis extensible markup language (XML) untuk memudahkan sistem menampilkan hasil ke user
·         dengan adanya pemisahan antara data dan visualisasi data karena sifat XML yang memungkinkan sebuah dokumen independen terhadap layout-nya. XML juga dapat digunakan untuk menyeragamkan format data yang akan diproses oleh sistem.
·         Sistem dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menggunakan antarmuka yang lebih beragam, tidak hanya berupa dokumen HTML tetapi juga dokumen WML dan SMS
·         execution command interface sehingga sistem selain melalui web browser juga dapat diakses melalui wap browser dan mobile phone.


DAFTAR PUSTAKA


[Arrington, 2001]         Arrington, CT. Enterprise Java with UML. John Wiley &
Sons Inc. 2001
[Avedal, 2000]                Avedal, Karl et al. Professional JSP. Wrox. 2000
[Booch, 1998]                Booch, Grady. James Rumbaugh and Ivar Jacobson. The
Unified Modelling Language User Guide. Addison Wesley. 1998
[Chen, 2002]                   Chen, Kirk. Li Gong. Programming Open Source Gatewa s with Java Embedded Server Technology. Addison Wesley. 2002
[Cooper, 1998]               Cooper, James W. The Design Patterns Java Companion.
Addison Wesley. 1998
[Davidson, 1999]          Davidson, James Duncan and Danny Coward. Java Servlet
Specification v2.2 Final Release. Sun Microsystem. 1999.
[Day, 2000]                     Day, Bill. Jini™ Connection Technology Architecture
Overview. Sun Microsystem. 2002
[Geisler, 2002]               Geisler, Michael. Lamp Project. 2002. http://lamp.jini.org/

[Kingery, 1999]              Kingery, Phil. "Digital X-10" Which One Should I Use, Part
[Knudsen, 2001]           Knudsen, Jonathan. Wireless Java: Developing with Java 2,
Micro Edition. Apress. 2001
[Kumar, 2001]                Kumar, Anand. White Paper: Jini Network Technology.
Advanced Tehnology Group. 2001
[Lombardo, 2002]        Lombardo, John. Embedded Linux. News Riders. 2002
[Mysore, 1998]              Mysore, Shivaram H. and Rinaldo Di Giorgio. Java gets
serial support with the new javax.comm package. 1998
[Newmarch, 2000]       Newmarch, Jan. A Programmer’s Guide to Jini Technology.
Apress. 2000
[Perrone, 1999]              Perrone, Paul J and Venkata S.R Krishna Chaganti. Jini in
the box. Embedded Systems Programming vol 12 num 12. November 1999
[Peterson, 2002]            Peterson, Jesse. X10 API. 2002. http://www.peterson.com.
[Quatrani, 2000]            Quatrani, Terry. Visual Modelling with Rational Rose 2000
and UML. Addison Wesley. 2000
[RationalA, 2000]         Rational Software Corporation and IBM Corporation.
Rational Unified Process. 2000
[RationalB, 2000]         Rational Software Corporation and IBM Corporation.
Rational Rose 2000 Help. 2000



Senin, 06 Januari 2014

Proses komunitas java (Java Community Process JCP) (Pengantar Telematika)


Java dikembangkan mengacu pada standar yang ditentukan oleh komite didalam JCP (Java Community Process). Spesifikasi Java tidak sekedar fondasi VMnya, tetapi menyangkut hampir semua aspek, mulai dari mekanisme mengakses devices I/O, komponen pertukaran objek, sampai pengembangan container. JCP merupakan badan yang bertanggung jawab terhadap standar teknologi Java. 
Virtual Machine
Sebuah mesin virtual (VM) adalah sebuah perangkat lunak implementasi sebuah mesin (misalnya komputer) yang melaksanakan program-program seperti mesin fisik. Sebuah mesin virtual pada awalnya ditentukan oleh Popek dan Goldberg sebagai "yang efisien, terisolasi duplikat dari mesin yang nyata". Saat menggunakan mesin virtual yang mencakup tidak memiliki surat-menyurat langsung ke perangkat keras yang nyata. 
Mesin virtual dipisahkan ke dalam dua kategori utama, berdasarkan tingkat penggunaan dan korespondensi untuk mesin nyata. Sebuah sistem mesin virtual yang lengkap menyediakan platform sistem yang mendukung pelaksanaan lengkap sistem operasi (OS). Sebaliknya, mesin virtual sebuah proses yang dirancang untuk menjalankan sebuah program, yang berarti bahwa ia mendukung satu proses. Karakteristik penting dari sebuah mesin virtual yang berjalan di dalam perangkat lunak adalah terbatas pada sumber daya dan abstraksi yang disediakan oleh mesin virtual tidak dapat keluar dari dunia virtual. Contoh: Suatu program yang ditulis dalam Java menerima jasa dari Java Runtime Environment (JRE) perangkat lunak dengan mengeluarkan perintah untuk, dan menerima hasil yang diharapkan dari, perangkat lunak Java. Dengan memberikan layanan ini untuk program tersebut, perangkat lunak Java bertindak sebagai "mesin virtual", menggantikan sistem operasi atau hardware untuk program yang biasanya akan disesuaikan.

• Sistem virtual machines 
Sistem mesin virtual (kadang-kadang disebut mesin virtual hardware) memungkinkan pembagian yang mendasari sumber daya mesin fisik antara mesin virtual yang berbeda, masing-masing berjalan sendiri sistem operasi. Lapisan perangkat lunak yang menyediakan virtualisasi ini disebut mesin virtual monitor atau hypervisor. Sebuah hypervisor dapat berjalan di hardware yang telanjang (Tipe 1 atau pribumi VM) atau di atas sistem operasi (Tipe 2 atau host VM).

Keuntungan utama dari sistem VMS adalah: 
• beberapa OS lingkungan dapat hidup berdampingan pada komputer yang sama, dalam isolasi kuat satu sama lain 
• mesin virtual dapat memberikan set instruksi arsitektur (ISA) yang agak berbeda dari mesin yang sebenarnya 
• aplikasi provisioning, pemeliharaan, tingkat ketersediaan dan pemulihan bencana 
Kerugian utama dari sistem VMS adalah: 
• mesin virtual kurang efisien daripada mesin nyata karena secara tidak langsung mengakses perangkat keras 
 
Beberapa VMS masing-masing berjalan sistem operasi mereka sendiri (yang disebut sistem operasi tamu) yang sering digunakan di server konsolidasi, di mana layanan yang berbeda yang digunakan untuk menjalankan mesin individu untuk menghindari gangguan yang terpisah, bukan berjalan di VMS pada mesin fisik yang sama. Penggunaan ini sering disebut-kualitas dari layanan-isolasi (QoS isolasi). Keinginan untuk menjalankan beberapa sistem operasi adalah motivasi asli untuk mesin virtual, seperti time-sharing memungkinkan satu komputer di antara beberapa single-tasking OS. Teknik ini memerlukan proses untuk berbagi sumber daya CPU antara sistem operasi tamu dan memori virtualisasi untuk berbagi memori pada host. OS tamu tidak harus sama, sehingga memungkinkan untuk menjalankan OS yang berbeda pada komputer yang sama (misalnya, Microsoft Windows dan Linux, atau versi lama dari sistem operasi untuk mendukung perangkat lunak yang belum porting ke versi terbaru). Penggunaan mesin virtual untuk mendukung OS tamu yang berbeda menjadi populer di embedded system; tipikal digunakan adalah untuk mendukung real-time sistem operasi pada saat yang sama sebagai OS tingkat tinggi seperti Linux atau Windows. Penggunaan lainnya adalah untuk sandbox sebuah OS yang tidak dipercaya, mungkin karena itu adalah sebuah sistem dalam pengembangan. Mesin virtual memiliki keuntungan untuk OS lain pembangunan, termasuk akses debugging yang lebih baik dan lebih cepat reboot. Teknik alternatif seperti Solaris Zones menyediakan tingkat isolasi dalam satu sistem operasi. Ini tidak memiliki isolasi selengkap sebagai VM. Sebuah kernel mengeksploitasi dalam suatu sistem dengan beberapa zona akan mempengaruhi semua zona. Mencapai tujuan yang sama dalam implementasi mesin virtual akan membutuhkan mengeksploitasi kelemahan dalam hypervisor. Sebuah hypervisor biasanya memiliki lebih kecil "serangan permukaan" dari sebuah sistem operasi yang lengkap, membuat ini lebih menantang. Lebih lanjut, sebuah kernel mengeksploitasi tamu di VM tidak akan mempengaruhi VMS lain pada host, seperti gangguan yang sukses menjadi satu zona belum tentu mempengaruhi zona lain. Zona tidak mesin virtual, tetapi contoh "virtualisasi sistem operasi". Ini termasuk lain "lingkungan virtual" (juga disebut "virtual server") seperti Virtuozzo, FreeBSD penjara, Linux-VServer, chroot penjara, dan OpenVZ. Ini memberikan beberapa bentuk rangkuman proses dalam sebuah sistem operasi. Teknologi ini memiliki keunggulan sumber daya yang lebih efisien daripada virtualisasi penuh dan memiliki lebih baik observability menjadi beberapa tamu secara simultan; yang merugikan adalah bahwa, pada umumnya, mereka hanya dapat menjalankan satu sistem operasi dan satu versi / patch tingkat sistem operasi bahwa -- jadi, misalnya, mereka tidak dapat digunakan untuk menjalankan dua aplikasi, salah satu yang hanya mendukung versi OS yang lebih baru dan yang lain hanya mendukung versi OS yang lebih lama pada hardware yang sama. However, Sun Microsystems has enhanced Solaris Zones to allow some zones to behave like Solaris 8 or Solaris 9 systems by adding a system call translator. Namun, Sun Microsystems telah meningkatkan Solaris Zones untuk memungkinkan beberapa zona untuk berperilaku seperti Solaris 8 atau Solaris 9 sistem dengan menambahkan system call penerjemah. 

• Proses mesin virtual 
Sebuah proses VM, kadang-kadang disebut aplikasi mesin virtual, berjalan sebagai aplikasi biasa di dalam sebuah OS dan mendukung proses tunggal. Hal ini tercipta ketika proses itu dimulai dan hancur ketika keluar. Tujuannya adalah untuk menyediakan sebuah platform-independen lingkungan pemrograman yang abstrak pergi rincian perangkat keras yang mendasarinya atau sistem operasi, dan memungkinkan sebuah program untuk mengeksekusi dengan cara yang sama pada platform apapun. 
Sebuah proses VM memberikan abstraksi tingkat tinggi - yaitu yang tinggi tingkat bahasa pemrograman (dibandingkan dengan tingkat rendah ISA abstraksi dari sistem VM). VMS proses diimplementasikan menggunakan interpreter; kinerja yang sebanding dengan bahasa pemrograman terkompilasi dicapai dengan menggunakan just-in-time compilation .
Jenis VM ini telah menjadi populer dengan bahasa pemrograman Java, yang diimplementasikan menggunakan mesin virtual Java. Contoh lain termasuk Bayan mesin virtual, yang berfungsi sebagai lapisan abstraksi selama beberapa ditafsirkan lanugages, dan. NET Framework, yang berjalan pada sebuah VM yang disebut Common Language Runtime. 
Suatu kasus khusus VMS adalah proses sistem yang abstrak atas mekanisme komunikasi yang (berpotensi heterogen) komputer cluster. Seperti VM tidak terdiri dari sebuah proses tunggal, tetapi satu proses per mesin fisik di cluster. Mereka dirancang untuk memudahkan tugas pemrograman aplikasi paralel dengan membiarkan programmer fokus pada algoritma daripada mekanisme komunikasi yang disediakan oleh interkoneksi dan OS. Mereka tidak menyembunyikan fakta bahwa terjadi komunikasi, dan dengan demikian tidak berusaha untuk menyajikan cluster sebagai satu mesin paralel. 
Tidak seperti proses lain VMS, sistem ini tidak menyediakan bahasa pemrograman tertentu, tetapi tertanam dalam bahasa yang ada; biasanya sistem seperti menyediakan binding untuk beberapa bahasa (misalnya, C dan FORTRAN). Examples are PVM ( Parallel Virtual Machine ) and MPI ( Message Passing Interface ). Contohnya adalah PVM (Paralel Virtual Machine) dan MPI (Message Passing Interface). Mereka tidak ketat mesin virtual, sebagai aplikasi yang berjalan di atas masih memiliki akses ke semua layanan OS, dan karena itu tidak terbatas pada model sistem yang disediakan oleh "VM". 

APIs
Sebuah application programming interface (API) adalah antarmuka bahwa sebuah program perangkat lunak alat untuk memungkinkan perangkat lunak lain untuk berinteraksi dengan itu, banyak cara yang sama seperti perangkat lunak mungkin akan mengimplementasikan antarmuka pengguna untuk memungkinkan manusia untuk menggunakannya. API dilaksanakan oleh aplikasi, perpustakaan dan sistem operasi untuk menentukan bagaimana perangkat lunak lain dapat membuat panggilan ke atau layanan permintaan dari mereka. Sebuah API menentukan kosa kata dan konvensi memanggil para pemrogram harus mempekerjakan untuk menggunakan layanan . Ini mungkin termasuk spesifikasi untuk rutinitas, struktur data, kelas objek, dan protokol yang digunakan untuk berkomunikasi antara konsumen dan pelaksana API.
• Fitur 
API adalah sebuah abstraksi. Perangkat lunak yang menyediakan fungsionalitas yang dijelaskan oleh API dikatakan sebuah implementasi dari API. 
API dapat: 
• Tergantung pada bahasa, yaitu hanya tersedia dalam bahasa pemrograman tertentu, dengan menggunakan sintaks dan unsur-unsur bahasa itu untuk membuat API nyaman untuk digunakan dalam konteks ini. 
• Bahasa-independen, yaitu ditulis dengan cara yang berarti dapat dipanggil dari beberapa bahasa pemrograman. Ini adalah fitur yang diinginkan untuk layanan-gaya API yang tidak terikat pada suatu proses atau sistem dan dapat diberikan sebagai remote procedure calls atau layanan web. 
Sebagai contoh, sebuah website yang memungkinkan pengguna untuk memeriksa restoran lokal mampu lapisan tinjauan di atas peta mereka diambil dari Google Maps, karena Google Maps API yang memiliki memungkinkan hal ituGoogle Maps 'API mengontrol informasi apa pihak ketiga situs bisa ambil, dan apa yang bisa dilakukan dengan itu. 
"API" dapat digunakan untuk mengacu ke antarmuka lengkap, satu fungsi, atau bahkan satu set berbagai API yang disediakan oleh sebuah organisasi. Dengan demikian, cakupan makna biasanya ditentukan oleh orang atau dokumen yang mengkomunikasikan informasi. 
• Web API 
Ketika digunakan dalam konteks pengembangan web, biasanya sebuah API yang didefinisikan set Hypertext Transfer Protocol (HTTP) pesan permintaan bersama dengan definisi respon struktur pesan, biasanya dinyatakan dalam sebuah Sementara "Web API" secara virtual sinonim untuk layanan web, tren baru-baru ini (yang disebut Web 2.0) telah bergerak jauh dari Simple Object Access Protocol (SOAP) layanan berbasis lebih langsung terhadap Negara Representasi Transfer (REST) gaya komunikasi. Web API memungkinkan kombinasi dari berbagai layanan ke aplikasi baru yang dikenal sebagai mashup. 
• Implementasi 
POSIX standard mendefinisikan sebuah API yang memungkinkan berbagai fungsi komputasi umum harus ditulis sedemikian rupa sehingga mereka dapat beroperasi pada banyak sistem yang berbeda (Mac OS X dan berbagai Berkeley Software Distribusi (BSD) mengimplementasikan interface ini), namun, dengan menggunakan ini memerlukan kompilasi ulang untuk setiap platform. API yang kompatibel, di sisi lain, memungkinkan dikompilasi kode obyek untuk berfungsi tanpa perubahan apapun, pada pelaksanaan sistem apapun yang API. Hal ini menguntungkan kedua penyedia perangkat lunak (di mana mereka dapat mendistribusikan perangkat lunak yang ada pada sistem baru tanpa memproduksi / mendistribusikan upgrade) dan pengguna (di mana mereka mungkin lebih tua menginstal perangkat lunak pada sistem baru mereka tanpa membeli upgrade), meskipun hal ini memerlukan berbagai perangkat lunak secara umum pelaksanaan perpustakaan API diperlukan juga. 
Microsoft telah menunjukkan komitmen untuk API yang kompatibel ke belakang, terutama di dalam Windows API (Win32) perpustakaan, seperti aplikasi yang lebih tua dapat berjalan di Windows versi yang lebih baru menggunakan pengaturan khusus eksekusi yang disebut "Compatibility Mode" . Apple Inc telah menunjukkan kecenderungan yang kurang perhatian ini, memecah kompatibilitas atau mengimplementasikan dalam sebuah API yang lebih lambat "mode emulasi"; ini memungkinkan kebebasan lebih besar dalam pembangunan, pada biaya pembuatan perangkat lunak yang lebih tua usang. 
Antara Unix-seperti sistem operasi, ada banyak terkait tetapi tidak sesuai sistem operasi berjalan pada platform hardware yang umum (khususnya Intel 80386 sistem yang kompatibel). Sudah ada beberapa usaha untuk standarisasi API vendor perangkat lunak sehingga dapat mendistribusikan satu aplikasi binari untuk semua sistem ini, namun sampai saat ini, tidak satu pun telah bertemu dengan banyak keberhasilan. Linux Standard Base adalah berusaha untuk melakukan hal ini untuk Linux platform, sementara banyak dari beragam Unix BSD (FreeBSD, NetBSD, OpenBSD) menerapkan berbagai tingkat kompatibilitas API untuk kedua backward compatibility (memungkinkan program yang ditulis untuk versi lama untuk berjalan di distribusi baru sistem) dan lintas-platform kompatibilitas (memungkinkan eksekusi kode asing tanpa mengkompilasi ulang). 

Sumber :

KOLABORASI ANTARMUKA OTOMOTIF MULTIMEDIA


Kolaborasi antar muka ototmotif multimedia adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk menciptakan standarisasi  dunia yang digunakan dalam mengatur bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat bekerja. Contoh Komputer  dan alat komunikasi kendaraan atau computer dan radio dalam mobil. Satiap alat elektronik itu harus dapat bekerja dengan selaras sehingga kendaraan dapat lebih handal.

Setiap perangkat elektronik yang dipasang belum tentu cocok dengan setiap kendaraan. Perangkat elektronik atau multimedia bias saja mengganggu system keselamatan dan system-sistem lain di dalam kendaraan. Itulah kenapa perlu dibentuk standarisasi kolaborasi antarmuka multimedia.

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) sudah memiliki anggota : Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault. AMI-C mengembangkan dan men-standarisasi antarmuka multimedia dan telematika otomotif yang umum untuk jaringan komunikasi kendaraan. Dan 40 pemasok elektronik mendaftarkan diri untuk menulis standar. Mereka berpendapat untuk menulis standar diperlukan waktu selama 2 tahun. Tapi dua tahun adalah masa di telematika. Penyelenggara elektronik, ponsel, komputer dan peralatan video yang akan menggunakan koneksi dapat melewati beberapa generasi dalam waktu itu.

Standar-standar akan memungkinkan sebuah pasar plug-and-play global untuk perangkat elektronik yang akan dipasang di kendaraan dengan kemudahan yang sama dengan melampirkan pheriperal komputer pribadi.

Sejarah AMIC
The Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) didirikan pada Oktober 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini-yang pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil.

Untuk berbagai alasan, kendaraan telah tertinggal di belakang rumah dan perangkat komputasi mobile ketika datang ke alat produktivitas dan multimedia. Keamanan, kehandalan, biaya, dan desain waktu memiliki semua faktor dalam produsen mobil ‘menunda penerimaan teknologi baru. Makalah membahas otomotif standar untuk antarmuka multimedia. Organisasi seperti Otomotif Kolaborasi Multimedia Interface (AMI-C) memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya standardisasi.

Depan yang berbeda, The Otomotif Multimedia Interface Kolaborasi(AMI-C) mengumumkan di seluruh dunia cipta penugasan dari 1394 spesifikasi teknis otomotif ke Trade Association 1394 AMI-C berikut dokumen sekarang milik 1394TA:
•AMI-C 3023 Power Management Specification
•AMI-C 3013 Power Management Architecture
•AMI-C 2002 1.0.2 Common Message Set Power Management
•AMI-C 3034 Power Management Test Documents
•AMI-C 4001 Revision Physical Speci .cation.

A.  FUNGSIONAL KOLABORASI ANTARMUKA OTOMOTIF-MULTIMEDIA

  • Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi - dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat ( DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output. 
  • Meningkatkan pilihan dan mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan.
  • Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan - industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit.
  • Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar.
B.  STRUKTURAL KOLABORASI ANTARMUKA OTOMOTIF-MULTIMEDIA

Kolaborasi Antar muka Otomotif Multimedia adalah Sebuah kelompok yang dibuat oleh pembuat (maker) untuk menciptakan standar umum yang digunakan untuk mengatur bagaimana cara kerja perangkat elektronik, seperti komputer dan hiburan unit, berkomunikasi dengan kendaraan. Dan memiliki anggota: Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault.

Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) mengatakan akan menjadi tuan rumah tiga update internasional briefing untuk menjadi pemasok otomotif, komputer dan teknologi tinggi industri elektronik. Briefing akan diadakan 23 Februari di Frankfurt, Jerman; Februari 29 di Tokyo; dan Maret 9 di Detroit.

“AMIC telah membuat suatu kemajuan yang signifikan dalam satu tahun terakhir ini dalam menyelesaikan struktur organisasi dan mencapai kesepakatan mengenai persyaratan yang diperlukan untuk hardware dan software baik di masa depan mobil dan truk,” Jurubicara AMIC Dave Acton berkata, “Dan sekarang sudah saatnya bagi kita untuk bertemu dengan pemasok dan mereka yang tertarik untuk menjadi pemasok untuk memastikan kami pindah ke tahap berikutnya pembangunan kita bersama-sama. “

Acton menekankan bahwa AMIC terbuka untuk semua pemasok yang tertarik bisnis elektronik. AMIC dibentuk pada bulan September l998 dan saat ini dipimpin oleh 12 produsen otomotif dan anak perusahaan yang meliputi: BMW, DaimlerChrysler, Ford, Fiat, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA / Peugeot-Citroen, Renault, Toyota, dan VW. Seorang juru bicara mengatakan kelompok AMIC berencana untuk mendirikan sebuah kantor di San Francisco di masa depan.

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C)



Apa itu kolaborasi antar muka otomotif multimedia ?
Kolaborasi antar muka ototmotif multimedia adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk menciptakan standarisasi dunia yang digunakan dalam mengatur bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat bekerja. Contoh Komputer dan alat komunikasi kendaraan atau computer dan radio dalam mobil. Satiap alat elektronik itu harus dapat bekerja dengan selaras sehingga kendaraan dapat lebih handal.

Setiap perangkat elektronik yang dipasang belum tentu cocok dengan setiap kendaraan. Perangkat elektronik atau multimedia bisa saja mengganggu sistem keselamatan dan system-sistem lain di dalam kendaraan. Itulah kenapa perlu dibentuk standarisasi kolaborasi antarmuka multimedia.

Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) sudah memiliki anggota : Fiat, Ford, General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault. AMI-C mengembangkan dan men-standarisasi antarmuka multimedia dan telematika otomotif yang umum untuk jaringan komunikasi kendaraan. Dan 40 pemasok elektronik mendaftarkan diri untuk menulis standar. Mereka berpendapat untuk menulis standar diperlukan waktu selama 2 tahun. Tapi dua tahun adalah masa di telematika. Penyelenggara elektronik, ponsel, komputer dan peralatan video yang akan menggunakan koneksi dapat melewati beberapa generasi dalam waktu itu.

Standar-standar akan memungkinkan sebuah pasar plug-and-play global untuk perangkat elektronik yang akan dipasang di kendaraan dengan kemudahan yang sama dengan melampirkan pheriperal komputer pribadi.

Sejarah AMIC
The Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) didirikan pada Oktober 1998 dengan tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini-yang pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil.
Untuk berbagai alasan, kendaraan telah tertinggal di belakang rumah dan perangkat komputasi mobile ketika datang ke alat produktivitas dan multimedia. Keamanan, kehandalan, biaya, dan desain waktu memiliki semua faktor dalam produsen mobil ‘menunda penerimaan teknologi baru. Makalah membahas otomotif standar untuk antarmuka multimedia. Organisasi seperti Otomotif Kolaborasi Multimedia Interface (AMI-C) memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya standardisasi.

Depan yang berbeda, The Otomotif Multimedia Interface Kolaborasi(AMI-C) mengumumkan di seluruh dunia cipta penugasan dari 1394 spesifikasi teknis otomotif ke Trade Association 1394 AMI-C berikut dokumen sekarang milik 1394TA:
1.     AMI-C 3023 Power Management Specification
2.    AMI-C 3013 Power Management Architecture
3.    AMI-C 2002 1.0.2 Common Message Set Power Management
4.    AMI-C 3034 Power Management Test Documents
5.    AMI-C 4001 Revision Physical Speci .cation.

Tujuan
Tujuan dari proyek ini ialah sebagai berikut :
Menyediakan interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka, termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat (DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output.

Memotong biaya keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform yang khas hanya sekitar 50.000 unit. Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar.

Referensi
http://reffliansii.blogspot.com/2013/01/kolaborasi-antar-muka-otomotif.html